Ulasan Hati

Jatuh cinta adalah ziarah jiwa
menuju penyerahan hidup kepada jiwa lain,
yang hanya didasari oleh keyakinan hati
yang sedikit pun tak mampu mereka jelaskan.

Itu sebabnya cinta yang baru
hanya bisa mempercayai,
tanpa kesiagaan untuk mengenali
kepalsuan dan pengkhianatan.

Jika mereka memelihara
kemuliaan diri dalam cinta,
ziarah itu berbuah berkah.

Jika mereka mengkusamkan perilaku
dan mencemooh nasehat baik,
ziarah itu kehilangan nilainya,
dan hanya akan melukai jiwa.


____________________________________


Engkau yang sedang dibuai cinta,

Berhati-hatilah dengan cinta
yang liar membara di awal pertemuan,
terutama yang meledak-ledak
dengan semangat untuk mengabaikan
kebaikan dan menghalalkan yang tidak.

Cinta yang paling panas awalnya,
biasanya berakhir paling dingin.

Cinta yang hingar bingar pada awalnya,
biasanya berakhir dengan perpisahan
dalam kesepian yang pedih.

Jatuh cintalah
tapi jangan pernah kehilangan kemuliaan dirimu.



____________________________________


Kekurangan yang diterima dengan ikhlas
adalah awal dari kelebihan.

Maka tetaplah bersabar dan tabah
memindahkan diri Anda
dari kehidupan yang digalaukan
oleh kelemahan,
menuju kehidupan yang mensyukuri
kesegeraan untuk melakukan
yang bisa Anda lakukan.

Segera melakukan yang bisa Anda lakukan,
adalah sudah kekuatan.

Ingatlah, bukan kelebihan
yang menjadikan kita mampu,
tapi keikhlasan untuk
melebihkan kesungguhan
dalam melakukan
yang segera bisa kita lakukan.



____________________________________


Apakah engkau menyikapi ibadah
sebagai keharusan
yang sesungguhnya merepotkanmu
dan membatasi gerak dan pilihanmu
sebagai manusia yang bebas?

Jika ya, maka dengarlah ini,

Jika engkau tahu perlindungan yang dibentengkan
dan penyejahteraan yang diberikan kepadamu
karena ibadahmu,
engkau akan memaksa dan menuntut
hak-mu untuk beribadah.

Ibadah adalah hak yang memuliakanmu,
bukan keharusan yang merampas kebebasanmu.

Ibadah adalah pembebas
dari ikatan hidup yang tidak mendamaikan.

____________________________________